| |

Pengaruh Pola Asuh Orangtua

Terhadap Prestasi Anak

Parenting

Kali kedua terjalinnya komunikasi sekolah dengan orang tua siswa dengan mengundang beberapa orang tua ke SMP Kristen Petra 1. Pertemuan tersebut mengangkat sebuah tema "Pengaruh Pola Asuh Orangtua Terhadap Prestasi Anak". Materi tersebut disampaikan oleh Dra Lanny Herawati, Kepala Pusat Konseling dan Pengembangan Pribadi Universitas Kristen Petra.

Pada awal penyampaian materi disampaikan pertanyaan yang menantang orang tua " Apa yang bisa menentukan anak sukses? Terjadilah dialog di antara peserta orang tua menjawab,  karena, nilai tinggi, sekolah yang bagus, aneka les, keterampilan hidup yang bisa menimbulkan harga diri positif, tambah Ibu Lani.

Pertanyaan selanjutnya MENGAPA  anak  TIDAK  BERPRESTASI? Salah satu sebab anak kurang bisa berprestasi karena pola asuh orang tua dalam memperlakukan kurang mampu menyelami masa anak  sekarang sebagai generasi "Z". Beberapa tantangan dalam  GENERASI"Z" diantaranya:

1.     Mereka memiliki akses yang cepat, memahami teknologi dan memiliki tingkat kepuasan yang instant.

2.     Anak cepat menjadi dewasa sebelum usianya sehingga anak berpenampilan  menjadi lebih aneh.

3.     Nilai-nilai kompromi, kerja tim (orang tua, guru dan tokoh masyarakat) dan berbagi menjadi nilai yang asing bagi anak.

4.     Ketakutan  anak untuk gagal, takut kecewa, dan yang paling besar takut dikritik atau tidak diterima. Anak  tidak berani mengambil resiko dan memilih hidup aman.

5.     Akses informasi yang cepat diperoleh tanpa saringan.  Tidak bisa dipungkiri sebagai orang tua harus menyadari bahwa anak-anak kita tidak bisa lepas dari Gadget.

Setelah mengupas tentang tantangan generasi Z, Ibu Lani memaparkan tentang kunci mengasuh dan mendidik anak. Anak yang berhasil merupakan hasil dari proses belajar, anak menjalani latihan-latihan dan diberi dukungan penuh kasih atau dengan "LOVE".

L istening( anak didengarkan)

O ponnes ( perlu keterbukaan orang tua terhadap anak bukan sebagai penguasa)

V irtue (pendampingan anak belajar penuh Hikmat/makna)

E mphaty (bisa merasakan apa yang dirasakan anak)

Adapun kunci mengasuh anak antara lain:

1.     Hargai keunikan dan tahap belajar anak.

2.     Ayah/ Ibu dan guru harus kompak, konsisten dan disertai teladan dan pelatihan.

3.     Kendalikan diri sebagai "penguasa".

4.     Relasi efektif (sediakan waktu, sentuhan), ciptakan hubungan baik dan mendengarkan.

5.     Ijinkan gagal dan beri pengharapan serta langkahnya.

6.     Melangkah dalam takut akan Tuhan.

Sebagai upaya menyentuh pola asuh orang tua yang selama ini dilakukan, maka Ibu Lani memutarkan lagu Doa untuk Papa dan Mama.

Sungguh menyentuh hati..... Nampak beberapa orang tua terharu dengan lagu yang dinyanyikan oleh seorang anak tersebut, bahkan ada beberapa yang meneteskan air mata dan berkaca-kaca.

Ibu Lani juga menegaskan, sebagai orang tua hendaknya bersikap sebagai berikut:

1.     Menerima keunikan karakter tiap anggota keluarga.

2.     Memberi pujian dan saling menghargai tiap anggota keluarga.

3.     Saling memaafkan tiap anggota keluarga.

Selain itu, orang tua dalam mendampingi anak  hendaknya bertindak menumbuhkembangkan semangat belajar:

1.     Perjelas tujuan, belajar harus memberi makna bagi  anak dan anak disadarkan tujuan belajar.

2.     Bangkitkan semangat belajar sehingga anak  ingin mencapai tujuan belajar

3.     Tanamkan "saya bisa!". Kembangkan semangat teguh agar  tidak putus asa jika menghadapi kesulitan belajar.

4.     Latih anak mengembangkan pola belajar yang menyenangkan sesuai gaya belajar dan karakter  anak.

5.     Reward yang tepat  bagi anak yang bisa lebih berhasil berupa pujian.

6.     Suasana yang kondusif.

7.     Makan dan istirahat yang baik dan bila perlu pemberian gizi serta suplemen

Sebagai akhir pemaparan Ibu Lani ini memberikan bahan diskusi kelompok dan dilanjutkan penanggapan presentasi orang tua.

Apa tantangan remaja saat ini dalam mewujudkan prestasinya?

1.     Support apakah yang dibutuhkan oleh para remaja untuk mewujudkan prestasinya?

2.     Langkah konkret apakah yang orangtua bisa lakukan untuk mendorong anak-anak mengembangkan potensinya menuju prestasi?

3.     Apa harapan pada sekolah untuk bersama mendorong pencapaian prestasi anak-anak?

Orang tua berdiskusi dengan sangat antusias... Seluruh orang tua bersatu hati demi anak-anak dalam menghadapi kemajuan zaman yang pesat. Satu tujuan anak-anak menjadi anak yang berguna bagi lingkungan sekitar dan untuk kemuliaan Tuhan.

boost the values reap the success