| |

Festival Bahasa Smada 2017

FBS2017

 

Sabtu, 4 Februari 2017. Pagi itu, sembilan tim perwakilan SMP Kristen Petra 1 yang sudah dilatih seminggu terakhir telah siap untuk mengikuti Festival Bahasa Smada yang diselenggarakan oleh SMAN 2 Surabaya. Pukul 07.10 kami sampai di tempat dan langsung melakukan registrasi. Pukul 07.30 acara pembukaan dimulai. Pembukaan berlangsung dengan meriah. Tak berapa lama kemudian, babak penyisihan dimulai. Ada 71 tim yang memperebutkan piala FBS 2017. Kami mengerjakan soal babak penyisihan yang berupa reading dan grammar dengan sebaik mungkin.

Beberapa saat kemudian, pengumuman tim yang lolos pun dikeluarkan.Pada babak penyisihan ini,  Lima tim dari SMP Petra 1 berhasil lolos ke babak selanjutnya. Pada babak penyisihan ini, kami berada pada urutan ke – 25 dari 30 tim yang lolos. Kami merasa lega karena bisa lolos dari babak pertama ini. Kemudian, kami pun mengikuti babak selanjutya, yaitu spelling bee. Pada babak kedua ini, kerja sama tim sangat diperlukan. Peserta 1 mengeja kata yang diberikan, dan Peserta 2 menuliskan ejaan kata tersebut pada selembar kertas. Kami sungguh lega setelah babak tersebut selesai. Kami pun kembali menunggu pengumuman hasil babak kedua.

 

Pengumuman hasil babak kedua pun keluar. Pada babak ini ada 3 tim yang lolos dari SMP Petra 1. Kami berada pada urutan ke – 7 dari 11 tim yang lolos. Beberapa menit kemudian, kami pun menuju ke sebuah ruangan untuk memulai babak ketiga, yaitu Battle of Brain. Pada babak ini, kekompakan dan ketangkasan diperlukan. Bagian A merupakan Cerdas cermat, Bagian B merupakan Listening, Bagian C adalah Essay, dan bagian D adalah pertanyaan bonus. Persaingan makin terasa pada babak ini.

 

Selama menunggu pengumuman, kami diliputi perasaan harap dan cemas, serta tegang karena kami dapat masuk ke babak final dan membawa nama SMP Petra 1. Tak lama kemudian, pengumuman keluar dan tidak diduga, kami berhasil lolos berada di posisi ketiga dari lima tim. Tetapi sayang, dari SMP Petra 1 yang lolos ke babak 4 hanya tim kami, alhasil membuat kami terpacu untuk memenangkan lomba ini.

 

Kami pun bergegas menuju ke Aula dengan perasaan tegang campur semangat. Pada babak final ini, kami diberi waktu 10 menit untuk memahami cerita yang telah diberikan dan 7 menit untuk mempresentasikan cerita ini. Dengan mengingat pesan dari guru kami, kami pun mempertimbangakn untuk membawa naskah cerita atau tidak, karena akan memepengaruhi nilai. Di sisi lain, kami cemas bahwa kami akan lupa cerita itu bila tidak membawa teks.

 

Waktu pun berlalu, dan sudah waktunya bagi kami untuk mempresentasikan cerita itu. Kami akhirnya memutuskan untuk membawa naskah. Kami berusaha semaksimal mungkin dan menerapkan hal – hal yang telah diajarkan oleh guru kami semasa pelatihan. Babak final akhirnya berlalu dan kami pun kembali ke teman – teman kami dengan perasaan campur aduk.

 

Ketika nama kami -  Marion Florentia (9.1) dan Maximilian Fernaldy (7.1) disebutkan sebagai pemenang kedua, kami merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Kami berterima kasih kepada Tuhan karena telah membimbing dan menyertai kami dari saat persiapan hingga kami menang di ajang FBS 2017 ini. Kemenangan kami juga tak lepas dari bimbingan para guru yang telah melatih kami. Terima kasih kepada Mr. Patrick, Ms. Melinda, Mr. Yohanes dan Mr. Shandy yang telah membimbing kami selama satu minggu ini. Terima kasih pula kepada para guru dan orang tua yang sudah mendukung kami. Dan untuk teman teman yang mungkin belum berkesempatan untuk menang, tetap semangat dan terus berusaha untuk lomba lomba yang akan datang!

You can never quit. Winners never quit, and quitters never win.” (Ted Turner)

boost the values reap the success