| |

International Junior Science Olympiad

IMG 1979Perjalanan olimpiadeku dimulai dari SD. Saat itu ada seleksi di sekolah dan saya yang terpilih untuk mewakili SDK St. Mary di bidang IPA. Karena belum ada pengalaman dan informasi pada saat itu, saya mengikuti OSK SD tanpa persiapan yang seharusnya dibutuhkan. Ketika kelas 7, diumumkan ada seleksi untuk OSN bidang matematika, IPA dan IPS, saya tertarik untuk ikut seleksi bidang IPA, dan akhirnya ikut pelatihan di litbang sebagai satu-satunya anak kelas 7 yang terpilih dari SMP Kristen Petra 1. Setiap SMP Petra mengirim 4 orang untuk mengikuti pelatihan tahap awal. Pada bulan Oktober 2016, dilakukan eliminasi dan ternyata saya tereliminasi. Beberapa saat setelah itu, saya mulai les fisika, karena ada lomba yang akan saya ikuti, yaitu bidang Matematika dan Fisika. Karena lombanya berkelompok, saya tidak ingin dianggap "beban" bagi teman sekelompok saya.

Sekitar awal naik ke kelas 8, saya mulai les biologi untuk benar-benar menyiapkan OSK (Olimpiade Sains Kota). Saat itu saya terpilih lagi untuk mengikuti pelatihan di Litbang, bersama satu anak kelas 8 dan dua anak kelas 7. Setelah melalui beberapa kali pelatihan, tes, dan seleksi, akhirnya saya terpilih mewakili sekolah untuk mengikuti OSK, yang dilaksanakan pada bulan Maret 2017. Setelah lolos OSK, saya terpilih untuk mewakili kota Surabaya mengikuti OSP (Olimpiade Sains Provinsi) bersama dua peserta lain (hanya ada 3 orang yang lolos untuk setiap kota). OSP dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2017, dan Puji Tuhan saya lolos sebagai satu -satunya peserta dari Surabaya untuk bidang IPA mewakili Provinsi Jawa Timur.

OSN (Olimpiade Sains Nasional) dilaksanakan di Riau dari tanggal 2-7 Juli 2017. Pada saat upacara penutupan, diumumkanlah nama-nama penerima medali dan saya salah satunya yang menerima medali perak. Pada saat itu juga diumumkan bahwa pelaksanaan training center, pelatihan dan tahap seleksi para penerima medali di bidang IPA untuk mengikuti IJSO (International Junior Science Olimpiade), olimpiade IPA di jenjang internasional tingkat SMP akan dimulai minggu depan setelah pengumuman itu.

Training Center (TC) dibagi menjadi 3 tahap. Pada TC 1 ada 30 peserta, yang semuanya peraih medali di OSN. Dari 30 akan dipilih 12 peserta untuk mengikuti TC tahap 2. TC 1 dilaksanakan selama seminggu di hotel Jayakarta, Bandung. TC 2 dilaksanakan langsung setelah TC 1, selama satu bulan di lokasi yang sama. Dari TC 2 akan dipilih 6 orang yang akan mengikuti TC 3 dan akan diberangkatkan ke Belanda untuk mengikuti IJSO, dan syukur kepada Tuhan saya masuk dalam 6 besar yang akan berangkat mewakili Indonesia ke Belanda. Selanjutnya, TC 3 dilaksanakan di hotel Bumi Wiyata, Depok, dengan jangka waktu 1,5 bulan. Selama TC 3 ini, kami diberi soal- soal setiap harinya. Tiap minggu nilai kami diumumkan dengan harapan untuk terus memotivasi kami, bagi yang nilainya sudah bagus untuk terus mempertahankannya, yang nilainya masih kurang untuk dapat meningkatkannya.

IJSO diikuti oleh 50 negara, tiap negara mengirim dua tim, dimana satu tim terdiri dari 3 siswa (kecuali Belanda mengirim 4 tim/12 orang karena hak tuan rumah). Sekitar dua minggu sebelum keberangkatan, teman satu tim saya, Fauzan, sakit. Ketika dia mulai tidak enak badan, saya yakin sekali kalau dia pasti bisa sembuh. Namun ternyata sampai dengan hari keberangkatan kami, Fauzan belum sembuh. Walaupun kami kehilangan teman satu tim kami yang tidak bisa berangkat karena sakit, kami berlima tetap optimis pasti kami bisa memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Kami berdoa agar selalu diberikan perlindungan dan terutama kesehatan karena di Belanda saat itu musim dingin. Kakak pembina, teman-teman dan para dosen terus menyemangati tim kami.

Mulai tanggal 3 – 17 Desember 2017, kami mengikuti kompetisi IJSO melalui perjuangan yang tidak mudah untuk akhirnya nama saya diumumkan sebagai penerima medali Perak IJSO. Sungguh diluar dugaan saya bisa mencapai ini semua dan terutama membawa nama Indonesia. Terimakasihkepada Tuhan Yesus atas kesehatan, kesempatan, penyertaanNya selalu. Terima kasih kepada orang tua, guru-guru SMP Kristen Petra 1, guru pengajar di Litbang, guru les, dosen, para tutor di TC, kakakpembina, kakak kelas saya Aditya David W.dansemuapihak yang telahmembantupencapaianini. Jika kita berusaha, pantang menyerah walaupun gagal, Tuhan pasti akan selalu memberikan apa yang kita minta selama kita berusaha.  (Steven William/IX-3)

boost the values reap the success