| |
UNITY

Masih dalam suasana perayaan ulang tahun PPPK Petra ke-65, SMP Kristen Petra 1 memilih kami sebagai perwakilan dari sekolah untuk ikut dalam lomba tari kreasi modern. Awal mula tim kami terbentuk yaitu melalui seleksi yang dilakukan oleh pembina kami Ms.Jessica. Tim kami terdiri dari kelas yang berbeda karena hasil audisi yang menentukan. Setelah tim terbentuk, kami diberi konsep dan tantangan untuk menciptakan koreografi tarian kami sendiri.
Tarian kami memiliki tema tentang persatuan. Tema tersebut mengangkat latar belakang aliran tarian yang beraneka ragam yaitu tradisional, Korea dance, ballet & hip hop yang semula berdiri sendiri. Aliran tarian tersebut kemudian dipersatukan dan dirangkai menjadi sebuah tari kreasi modern yang menggabungkan beberapa unsur tarian. Saat berlatih kami berusaha semaksimal mungkin. Ekspresi, power, serta kekompakan sangat diperlukan dalam sebuah tim.

GO P1!!!....GO P1!!!

page

Dalam rangka memeriahkan HUT ke-65 PPPK Petra, maka ada beberapa kegiatan lomba dan pertandingan yang diadakan. Salah satu pertandingan tersebut adalah pertandingan voli. Sekolah kami mengirimkan masing-masing 1 tim baik tim putra maupun tim putri. Menghadapi pertandingan di awal Desember tersebut kami harus pandai membagi waktu, karena kami juga harus mempersiapkan diri menghadapi ulangan akhir semester. Pelatih kami banyak memberikan tips untuk menjaga stamina tubuh, termasuk makanan yang kami konsumsi. Beliau tidak lupa mengingatkan kami untuk beristirahat disamping belajar untuk UAS.

Dispora Cup 2015

lomba dispora

Pada tanggal 6-30 November 2015, tim basket putri SMP Kristen Petra 1 mengikuti pertandingan basket Dispora Cup yang diadakan di YPPI 1. Kami sangat bersemangat dan bertekad untuk menang, terlebih karena tim kali ini merupakan campuran dari beberapa teman yang dulu tidak dapat bergabung dalam tim basket DBL, ada gabungan dari siswa kelas VII yang ikut memperkuat tim kami.

Membudayakan Batik Melalui Lomba Desain Batik Parang

lomba batik

Kamis, 19 November kemarin, Universitas Airlangga (atau Unair nama kerennya) mengadakan Pekan Warisan Budaya Dunia & Ekonomi Kreatif. Banyak sekali kegiatan yang diadakan dalam event tersebut, salah satu kegiatan yang saya ikuti adalah lomba desain batik, di kesempatan itu desain batik yang diminta untuk jenjang SMP adalah desain batik parang.

Pentas Seni UPTD

Paduan Suara selalu dilombakan setiap tahunnya. Tapi, tentu saja kita tidak boleh menganggap remeh semua peserta hanya karena kita pernah memenangkan lomba paduan suara. Keberuntungan bukan hanya milik kita. Jadi, kami melihat semua ini sebagai tantangan yang bukan dilewati saja. Kita harus menaklukan tantangan itu semaksimal mungkin.

Selasa, 20 Oktober 2015 diadakan lomba Paduan Suara antar kecamatan. SMP Kristen Petra 1 memilih kami sebagai perwakilan untuk mengikuti lomba ini. Kami pun berusaha sebaik-baiknya. But, jangan salah dulu nih.. meskipun lomba ini hanya tingkat kecamatan bukan berarti ini akan mudah. Karena jika ingin mendapat kejuaraan kita harus mulai dari paling bawah. Dari situ kita bisa terus naik hingga tingkat Surabaya, Provinsi, atau Nasional.

Beberapa minggu sebelum lomba, kami berusaha se-maksimal mungkin melalui latihan bersama. Tentu saja, kami nggak mau kalah begitu saja. Kami mau membuktikan kualitas tim paduan suara Petra 1 yang sebenarnya. Meskipun banyak tantangan yang harus kita hadapi, tapi kita tetap berpikir positif. Kami bertekad untuk menang bukan untuk kalah. Hari itu pun datang, semangat kami langsung berkobar. Kami tidak mau usaha kami selama ini tidak berguna. Kami berlatih dengan sebaik-baiknya. Nada, gerakan, dan kekompakkan itu yang kita latih selama ini. Kami diminta datang di sekolah pukul 15:30 dan kami mempersiapkan diri dengan merapikan penampilan. Setelah selesai bersiap-siap, kami pun berangkat ke THR. Sebelum berangkat kami berdoa minta penyertaan Tuhan. Kurang lebih sekitar pukul 17:30 kami tiba. Kami semua pun berkumpul dan masuk ke dalam bersama-sama.

Sebelum lomba, kami semua diberi tiket untuk bermain. Kami pun kegirangan dan segera menaiki wahana-wahana bersama sambil menunggu waktu 3 jam sebelum tampil. Tanpa terasa waktu berjalan cepat, saatnya kami dipanggil untuk latihan sebelum tampil, kami masih berusaha agar memberikan hasil yang memuaskan.

Akhirnya, giliran kami untuk perform tiba. Kami semua gugup. Saat di backstage kami semua berdoa agar pertunjukkan yang kami tampilkan berjalan dengan lancar. Kami pun mempersembahkan lagu “Si Patokaan” dan “Kulihat Ibu Pertiwi”. Meskipun masih ada beberapa yang salah, tapi kami tetap berusaha melakukan yang terbaik. Sekitar pukul 23:00 Bu Dian memberi kabar bahwa kami menang juara 1. Kami yang tahu itu pun memekik bahagia meskipun di rumah masing-masing, ternyata usaha kita selama ini tidak sia-sia. Kami pun berterima kasih kepada Tuhan, kami juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang sudah banyak membantu kita. Beberapa hari seusai lomba, bu Dian berkata bahwa kita akan lanjut ke tingkat Surabaya. Wah... nggak sabar nih, tunggu kita tingkat Surabaya!!!

paduan-suara.jpg

boost the values reap the success