| |

Kosayu Intelligence Competition (KIC) 2015

Kosayu Intelligence Competition yang diselenggarakan oleh SMAK Kolose Santo Yusup Malang mengawali bulan Februari tahun 2015 ini. Sekolah kami tercinta, SMP Kristen Petra 1 mengirimkan wakil-wakilnya untuk berpartisipasi dalam berbagai bidang kompetisi yang diadakan di KIC, seperti lomba MIPA, Debat Sosial, Bahasa Inggris dan IPS. Persiapan yang kami lakukan bisa dibilang cukup singkat. Namun kami sangat antusias dalam menghadapi kompetisi ini.

Pada Minggu, 1 Februari 2015, kami semua berkumpul di sekolah terlebih dahulu sebelum berangkat bersama-sama menuju Malang. Setelah melakukan perjalanan selama kurang lebih 2 jam, kami tiba di venue lomba. Nervous, itulah perasaan kami begitu melihat banyaknya tim sekolah lain dari berbagai penjuru JawaTimur yang telah berkumpul di sana.

Setelah melakukan registrasi ulang, kami dibimbing oleh panitia menuju ruangan lomba. Pada babak penyisihan, kami disajikan soal uraian yang cukup banyak. Bobot soal yang diberikan cukup sulit karena kompetisi ini adalah tingkat Jawa Timur. Kompetisi tersebut dibagi menjadi 3 sesi yaitu babak penyisihan, semi final dan final. Babak semifinal pun dibagi menjadi beberapa round. Persaingan antar tim pada babak ini sangat ketat, melihat selisih skor antar tim sangat dekat. Dari babak ini, dipilih 5 tim yang memiliki skor tertinggi untuk melaju kebabak final. PujiTuhan, tim Bahasa Inggris dan IPS berhasil lolos kebabak final. Babak ini paling seru karena persaingan lebih ketat. Tim IPS harus mengumpulkan banyak skor dalam round adu cepat, namun jika kami menjawab salah maka skor kami akan dikurangi. Begitu juga dalam kompetisi Bahasa Inggris. Pada round pertama, kami harus menceritakan kembali sebuah kisah. Round kedua, kami diberi cincau padat yang masih utuh. Sesuai dengan namanya, masterpiece, kami harus membuat suatu karya dari cincau itu, lalu mempresentasikannya di hadapan juri dan sesama peserta. Dan di round terakhir, kami diharuskan memainkan sebuah game di PC yang namanya adalah Mahjong. Di game ini, kami harus merangkai kata sebanyak dan sepanjang mungkin untuk mendapat skor. Uniknya, huruf-hurufnya diambil dari susunan mahjong, sehingga tidak semua huruf dapat dipakai sesuka hati.

Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang dan melelahkan, tibalah saatnya penghitungan skor mulai dari round 1 sampai 3. Kami sempat diliputi kecemasan karena skor tim lain rata-rata sangat tinggi. Namun, Tuhan begitu baik, tim IPS Petra 1 berhasil menyabet Juara 1 atas nama Matthew Farrant (8.7) dan Luciano Adyadma (8.2) serta 1 tim Bahasa Inggris meraih Juara III atas nama Olivia Marchia K (9.1) dan Maria Clarisa (9.4). Thanks God!

kic

Vocal Group Competition

Yes ... yes ... yes !!! Demikian teriakan kami saat mendengar bahwa sekolah kami, SMP Kristen Petra 1 meraih Juara 1 lomba vokal group di THR tingkat kecamatan beberapa waktu yang lalu. Dan kali ini, kami diminta menghadiri final tingkat kota di THR. Ada impian dan harapan saat kami akan mengikuti final lomba Vocal Group ini.

Mempertahankan menjadi pemenang bukanlah hal yang mudah tentunya. Kami diundang kembali oleh Dinas pendidikan untuk menghadiri final dalam lomba vocal group tingkat kota. Tentu saja kami menyambutnya dengan antusias. Dengan latihan yang rutin kami didampingi oleh pembina kami. Koreo gerakan yang menarik juga kami tampilkan. Setelah berlatih dengan giat kami menampilkan di depan Bapak/Ibu guru untuk mendapat masukan apa kekurangan dari kami. Yah, kami pun menyadari bahwa kami masih malu-malu. Tetapi itu kami tepis demi meraih kesuksesan.

Hari yang dinanti tiba, Bersama-sama kami berangkat dari sekolah dan melaju ke THR. Sesampainya disana kami dimotivasi oleh guru kami. Banyak dari sekolah lain yang juga datang untuk mengikuti final dan menyaksikan kebolehan dari setiap sekolah. Saat giliran kami dipanggil untuk tampil, kami langsung beranjak menuju ke panggung. Kami berusaha dengan semaksimal mungkin. Lagu demi lagu kami tampilkan dengan maksimal. Dan tepuk tangan dari penonton tampak riuh. Tentu saja kami merasa bangga.

Tak lama setelah tampilan dari seluruh sekolah, kami menunggu pengumuman siapa yang akan menjadi pemenang. Kami bergandeng tangan dengan harap-harap cemas. Akhirnya kami mendengar bahwa kami masuk dalam Big 10 of Vocal Group. Ada rasa kecewa dihati kami karena tidak dapat mewakili Surabaya untuk menuju tingkat provinsi. Namun kami tetap bersyukur karena dapat masuk dalam Big 10 of Vocal Group. Nah, bagi teman-teman yang lain ayo semangat untuk menjadi pemenang.

vocal_group1.jpgvocal_group2.jpg

Kontes Lietrasi Matematika

Welcome to Maths competition !!! Yups.. kali ini, tantangan hadir lagi di depan kami. Kompetisi yang cukup bergengsi ini tak ingin kami lewatkan lho. Tentu saja, setiap kesempatan yang ada akan kami hadapi, siapa takut ???

Kali ini Unesa mengadakan Kontes Literasi Matematika yang diadakan pada tanggal 22 November 2014. Beberapa minggu sebelum kontes ini dimulai, kami diberi pengarahan serta banyak latihan soal yang memacu kami agar lebih siap dalam kontes ini.

Sebelum kami berangkat ke lokasi, Bapak/Ibu guru kami memberikan doa, dukungan dan semangat kepada kami. Tak lupa Bu Hariati memberikan pesan kepada kami agar kami dapat melakukan yang terbaik dan tak lupa untuk menyerahkan segalanya kepada Tuhan.

Tibalah kami di Unesa, banyak kompetitor dan kami mulai grogi. Tapi kami saling menguatkan satu dengan yang lain. Babak penyisihan dimulai dan kami berusaha mengerjakan soal yang diberikan sebaik mungkin. Tak lama kami harus melewati babak selanjutnya dan pada kesempatan ini, kami merasa tegang karena lawan kami cukup handal dan kami bersaing dengan keras. Akhirnya, babak final telah usai, kami menanti dengan kegundahan serta keresahan. Tidak sia-sia doa dan jerih payah kami. “Puji Tuhan”, teman kami William Wahyudi kelas 9.5 meraih Juara 1, itu kata pertama yang kami ucapkan.

Kontes ini tidak berakhir sampai disini karena William Wahyudi harus berlanjut bertanding di Jogjakarta dalam tingkat Nasional. Wah seru banget ya. Tentu saja pada kesempatan ini William Wahyudi harus berusaha keras karena lawan yang dihadapi sangatlah handal.

Sebelum berangkat kami memberikan semangat kepada teman kami tercinta ini. Didampingi Bapak Tjatur, mereka terbang ke Jogjakarta pada tanggal 1 Desember 2104.

Acara pembukaan dimulai dan dilanjutkan dengan kompetisi. Kompetisi ini membutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi karena soal yang diberikan sangat berbobot dan skor yang dikumpulkan haruslah tinggi agar dapat mengalahkan kompetitor lainnya.

Tibalah saatnya untuk menanti siapa yang akan meraih juara di tingkat Nasional ini ???? Yes .. yes . yes ... Puji Tuhan!! William Wahyudi meraih Juara 3. Keren banget, terima kasih banyak kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membimbing, mengakomodasi dan mendoakan kami. Kompetisi ini akan menjadi pengalaman baru yang tak terlupakan bagi kami. Terima kasih sekolahku tercinta.

william_wahyudi.jpg

Dempo Cup IX 2014

We come together to fight the challenge !!

DEMPO CUP IX 2014 menghampiri kami di bulan ini dengan pesertanya se-Jawa Timur. Sekolah kami, SMP Kristen Petra 1, memberi kesempatan untuk mengikuti perlombaan ini. Tentu saja sekolah kami sangat selektif dalam memilih kami yang akan bertanding. Kami diberi kesempatan jika benar-benar siap untuk maju bertanding. Audisi dan tes dilakukan untuk menyaring kami yang akan bertanding. Kami sangat berharap agar dapat terpilih mewakili sekolah kami, dengan semangat dan usaha yang maksimal kami lakukan tanpa memikirkan kelelahan yang kami rasakan. Semangat dan semangat yang ada dalam pikiran kami. Siapa sih yang tidak ingin mendapat kesempatan untuk bertanding ???

Mata lomba DEMPO CUP terdiri atas MIPA, IPS dan Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh SMAK St. Albertus Malang. Tim MIPA dan IPS terdiri dari 3 Tim, sedangkan Bahasa Inggris tergabung dalam 2 Tim. Kami sangat antusias untuk mengikuti perlombaan ini. DEMPO CUP yang selalu diadakan setiap tahun ini selalu memacu kami untuk selalu lebih maju dan maju.

Pagi-pagi benar kami berangkat ke Malang dengan semangat yang tinggi. Sesampainya di sana pendamping kami memberikan arahan dan dukungan agar kami dapat mengikuti perlombaan ini dengan baik. Babak penyisihan pun di mulai. Babak ini berlangsung kurang dari 1 jam. Kamipun menunggu hasil itu dengan penuh harapan agar dapat lolos ke babak selanjutnya. Satu jam pun berlalu, 2 Tim Bahasa Inggris dapat mengikuti babak final sedangkan 1 tim dari MIPA juga lolos menuju ke babak final. 1 Tim IPS juga berhasil menuju ke babak final. Kami memberi dukungan pada teman-teman kami agar mereka lebih terpacu untuk menghadapi babak final ini. Babak final bukanlah babak yang mudah bagi kami karena harus berjuang untuk mengalahkan lawan yang hebat. Keyakinan dan yang terbaik selalu kami pegang untuk meraih kesuksesan.

Saat menunggu pengumuman pemenang lomba sangat mendebarkan bagi kami semua. Ahkirnya tim MIPA kami meraih Juara III atas nama Thomas Sadli (9.7) dan Kevin Ignatius (9.1).

Kami yang kalah berusaha berbesar hati menerima kekalahan kami dan biarlah ini akan menjadi pengalaman terbaik bagi kami dalam perlombaan selanjutnya. Tapi kami juga turut berbahagia atas kemenangan teman-teman seperjuangan kami. Thanks God for everything!

dempo_cup.jpg

Speech Competition

It was a week before the competition, where the final tests ended. My English teacher told me that I would join in a junior and senior high grade English speech competition in the program of SHAREoboyo, that would be held by the government of Surabaya and the Orpes, an organization for all the chiefs of student council of every junior and senior high school in Surabaya. At the time, she instructed me to make the script with the theme "Humanity and Love". So I made it, then I checked the grammar with my teacher and I submitted it.

On Saturday, it was a holiday. But at around 7 AM, my teacher called and told me that I passed the elimination and I had to go to the school to practice presenting the speech for the next day. At school, I reviewed my speech before and added some paragraphs. Lastly, I performed it in front of the teachers and they gave me their advises. Those advises are really useful I think, such as to act excitedly, and a bit ferociously, because I really needed to make people realize of what wrong things that we've done all these times.

After leaving the school, I bought a long sleeves batik shirt or a set of suit. I got home at around 7 PM and started to practice my speech at 8.30 until I got tired and went to sleep.

The next morning, just before going to Taman Flora, where the competition will be held, my mom and I prayed and surrendered to God. Then we went there and arrived at 6.30, it was too early because the show would start at around eight. There, my parents and I were accompanied by two teachers. We sat and waited for my turn. While waiting, we realized that my speech was too long to be presented, because I was only given three minutes for giving speech, I'll be disqualified if I give my speech more than 3 minutes given. So my mom,teachers and I discussed together and cut many parts, but finally, I decided to remember the point of each paragraphs while using my own words, not the one that was written on the script.

When it was my turn, I wasn't nervous. I performed it well. And it turned out, the judges also asked me a question. They asked me about what I should do if some of my friends bully me. I answered that I'll still give them my love and behave myself to them as my friend, not as my enemy.

After we waited for the judges’ announcement for a long time, they announced me that I ( Daniel Rahmatcipta 7.3 )won the third place. The first and second place were achieved by senior high school students. At that time, I realized that I have conquered 13 other contestants. It was all because of the Holy Spirit, who spoke through my mouth. Himself leaded me to the victory. If God didn't support me, I wouldn’t be in the third place, because I didn't prepare it well enough. For me, everything is possible with God in my side, and it is all the same for every each of us. We just need to have a strong faith and do our best, because God is merciful. Thanks, Lord Jesus. God Bless us all!

daniel_rahmatcipta.jpg

boost the values reap the success