| |

St.Hendrikus Competition

“Determine the numbers of diagonals in the –n sided of polygon!”. That is one of the questions that we faced on Saint Hendrikus competition. Learning Maths in Indonesian is common, isn’t it ? What about learning maths in English ? It is obviously extraordinary, right ? Let’s see our journey when we had a Maths Competition in St. Hendrikus Senior High School.

On 14th of March 2015, we went to St. Hendrikus Senior High School to have a competition. St. Hendrikus annually holds this Maths & Science competition. After arriving there, we gathered in the hall for some briefing before the competition started. After attending a speech from the principal of St. Hendrikus, we were allowed to enter our own room to join the first round.

The first round was a writing test which contained of 100 multiple choice questions and it had to be done in 120 minutes. There would only be 10 teams that could pass to the semifinal. The questions were such difficult ones. Fortunately, we could pass the first round and went through the semi final round.

The semifinal round was not as difficult as the first round because in the second round, we played games. Of course the games were still connected to Maths. This second round lasted for about 3 hours. We were not so confident about our result in the second round, but we believed that we had done our best, so we put the rest of it in God’s hand. And the team with three highest score would pass to the final round.

Unpredictably we passed it and went into the final round, so we could automatically be one of the winners. It could be the 1st, t 2nd, or 3rd place. The final round was really breathtaking for us because we had to do 3 more questions randomly. After it had been done, we had to deliver it in front of the juries. While giving the presentation we were so nervous because we had never given any Maths presentations in English before. Final round had just passed, it’s the time to announce the winners. Praise the Lord we got the 1st place. We were so proud since this competition was conducted by St. Hendrikus Senior High School from Indonesia in a cooperation with Quensland University of Technology from Australia. It was our amazing and precious experience. We realized we were not able to do it without God guidance. Special thank you was given to our school, Petra 1 Christian Junior High School which always supports us to be the best.

hendrikus_compt.jpg

OMITS

Sekolah adalah tempat yang sangat berkesan bagi kami, tempat dimana kami mendapatkan banyak hal yang sangat berharga, baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Semuanya itu dapat kami implementasikan dalam kehidupan serta aktivitas yang tentunya dapat mengasah skill kami. Salah satunya adalah mengikuti lomba-lomba yang diadakan oleh sekolah kami ataupun sekolah lain. Kali ini kami diberi kesempatan untuk mengikuti kompetisi OMITS yang diadakan oleh Himatika ITS pada tanggal 14 Februari 2015. Kompetisi ini cukup bergengsi karena masuk dalam tingkat Nasional.

Sekolah kami mengirim 2 tim untuk kompetisi Matematika di OMITS ini. Kebetulan pada hari dan tanggal yang sama sekolah kami diundang undang mengikuti Kosayu Intelligence Competition (KIC) tingkat provinsi di Malang. Banyak hal yang harus kami persiapkan, seperti mengerjakan latihan-latihan soal, menambah pengetahuan juga mempersiapkan mental dan tentunya kami harus fokus. Kompetisi ini bukan kompetisi yang mudah bagi kami karena lawan kami dari berbagai penjuru. Namun kami tetap harus semangat dan pantang menyerah.

Waktu yang dinanti akhirnya tiba juga, Tantangan telah ada didepan dan kami harus melewati babak penyisihan, babak semi final serta babak final. Dalam babak penyisihan, soal yang hadapi cukup berbobot dan kami harus menyelesaikan dengan sebaik mungkin. Setelah berjuang di babak penyisihan, akhirnya 1 tim dari kami masuk ke babak semi final. Tahap ini ada 9 tim yang lolos dan harus disaring lagi dalam babak final. Teman-teman dapat membayangkan bobot soal pada tahap ini sangat sulit. Puji Tuhan kami dapat melewatinya dengan baik dan dapat meraih Juara 3 atas nama William Wahyudi (9.5) dan Genesius Riady (9.5) dari SMP Kristen Petra 1. Terima kasih Tuhan dan Bapak/Ibu guru serta Bu Hariati yang selalu mendukung dan memotivasi kami. Bagi teman-teman yang lain, ayo semangat untuk meraih Juara berikutnya. Semangat !!!

OMITS.jpg

Kosayu Intelligence Competition (KIC) 2015

Kosayu Intelligence Competition yang diselenggarakan oleh SMAK Kolose Santo Yusup Malang mengawali bulan Februari tahun 2015 ini. Sekolah kami tercinta, SMP Kristen Petra 1 mengirimkan wakil-wakilnya untuk berpartisipasi dalam berbagai bidang kompetisi yang diadakan di KIC, seperti lomba MIPA, Debat Sosial, Bahasa Inggris dan IPS. Persiapan yang kami lakukan bisa dibilang cukup singkat. Namun kami sangat antusias dalam menghadapi kompetisi ini.

Pada Minggu, 1 Februari 2015, kami semua berkumpul di sekolah terlebih dahulu sebelum berangkat bersama-sama menuju Malang. Setelah melakukan perjalanan selama kurang lebih 2 jam, kami tiba di venue lomba. Nervous, itulah perasaan kami begitu melihat banyaknya tim sekolah lain dari berbagai penjuru JawaTimur yang telah berkumpul di sana.

Setelah melakukan registrasi ulang, kami dibimbing oleh panitia menuju ruangan lomba. Pada babak penyisihan, kami disajikan soal uraian yang cukup banyak. Bobot soal yang diberikan cukup sulit karena kompetisi ini adalah tingkat Jawa Timur. Kompetisi tersebut dibagi menjadi 3 sesi yaitu babak penyisihan, semi final dan final. Babak semifinal pun dibagi menjadi beberapa round. Persaingan antar tim pada babak ini sangat ketat, melihat selisih skor antar tim sangat dekat. Dari babak ini, dipilih 5 tim yang memiliki skor tertinggi untuk melaju kebabak final. PujiTuhan, tim Bahasa Inggris dan IPS berhasil lolos kebabak final. Babak ini paling seru karena persaingan lebih ketat. Tim IPS harus mengumpulkan banyak skor dalam round adu cepat, namun jika kami menjawab salah maka skor kami akan dikurangi. Begitu juga dalam kompetisi Bahasa Inggris. Pada round pertama, kami harus menceritakan kembali sebuah kisah. Round kedua, kami diberi cincau padat yang masih utuh. Sesuai dengan namanya, masterpiece, kami harus membuat suatu karya dari cincau itu, lalu mempresentasikannya di hadapan juri dan sesama peserta. Dan di round terakhir, kami diharuskan memainkan sebuah game di PC yang namanya adalah Mahjong. Di game ini, kami harus merangkai kata sebanyak dan sepanjang mungkin untuk mendapat skor. Uniknya, huruf-hurufnya diambil dari susunan mahjong, sehingga tidak semua huruf dapat dipakai sesuka hati.

Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang dan melelahkan, tibalah saatnya penghitungan skor mulai dari round 1 sampai 3. Kami sempat diliputi kecemasan karena skor tim lain rata-rata sangat tinggi. Namun, Tuhan begitu baik, tim IPS Petra 1 berhasil menyabet Juara 1 atas nama Matthew Farrant (8.7) dan Luciano Adyadma (8.2) serta 1 tim Bahasa Inggris meraih Juara III atas nama Olivia Marchia K (9.1) dan Maria Clarisa (9.4). Thanks God!

kic

Vocal Group Competition

Yes ... yes ... yes !!! Demikian teriakan kami saat mendengar bahwa sekolah kami, SMP Kristen Petra 1 meraih Juara 1 lomba vokal group di THR tingkat kecamatan beberapa waktu yang lalu. Dan kali ini, kami diminta menghadiri final tingkat kota di THR. Ada impian dan harapan saat kami akan mengikuti final lomba Vocal Group ini.

Mempertahankan menjadi pemenang bukanlah hal yang mudah tentunya. Kami diundang kembali oleh Dinas pendidikan untuk menghadiri final dalam lomba vocal group tingkat kota. Tentu saja kami menyambutnya dengan antusias. Dengan latihan yang rutin kami didampingi oleh pembina kami. Koreo gerakan yang menarik juga kami tampilkan. Setelah berlatih dengan giat kami menampilkan di depan Bapak/Ibu guru untuk mendapat masukan apa kekurangan dari kami. Yah, kami pun menyadari bahwa kami masih malu-malu. Tetapi itu kami tepis demi meraih kesuksesan.

Hari yang dinanti tiba, Bersama-sama kami berangkat dari sekolah dan melaju ke THR. Sesampainya disana kami dimotivasi oleh guru kami. Banyak dari sekolah lain yang juga datang untuk mengikuti final dan menyaksikan kebolehan dari setiap sekolah. Saat giliran kami dipanggil untuk tampil, kami langsung beranjak menuju ke panggung. Kami berusaha dengan semaksimal mungkin. Lagu demi lagu kami tampilkan dengan maksimal. Dan tepuk tangan dari penonton tampak riuh. Tentu saja kami merasa bangga.

Tak lama setelah tampilan dari seluruh sekolah, kami menunggu pengumuman siapa yang akan menjadi pemenang. Kami bergandeng tangan dengan harap-harap cemas. Akhirnya kami mendengar bahwa kami masuk dalam Big 10 of Vocal Group. Ada rasa kecewa dihati kami karena tidak dapat mewakili Surabaya untuk menuju tingkat provinsi. Namun kami tetap bersyukur karena dapat masuk dalam Big 10 of Vocal Group. Nah, bagi teman-teman yang lain ayo semangat untuk menjadi pemenang.

vocal_group1.jpgvocal_group2.jpg

Kontes Lietrasi Matematika

Welcome to Maths competition !!! Yups.. kali ini, tantangan hadir lagi di depan kami. Kompetisi yang cukup bergengsi ini tak ingin kami lewatkan lho. Tentu saja, setiap kesempatan yang ada akan kami hadapi, siapa takut ???

Kali ini Unesa mengadakan Kontes Literasi Matematika yang diadakan pada tanggal 22 November 2014. Beberapa minggu sebelum kontes ini dimulai, kami diberi pengarahan serta banyak latihan soal yang memacu kami agar lebih siap dalam kontes ini.

Sebelum kami berangkat ke lokasi, Bapak/Ibu guru kami memberikan doa, dukungan dan semangat kepada kami. Tak lupa Bu Hariati memberikan pesan kepada kami agar kami dapat melakukan yang terbaik dan tak lupa untuk menyerahkan segalanya kepada Tuhan.

Tibalah kami di Unesa, banyak kompetitor dan kami mulai grogi. Tapi kami saling menguatkan satu dengan yang lain. Babak penyisihan dimulai dan kami berusaha mengerjakan soal yang diberikan sebaik mungkin. Tak lama kami harus melewati babak selanjutnya dan pada kesempatan ini, kami merasa tegang karena lawan kami cukup handal dan kami bersaing dengan keras. Akhirnya, babak final telah usai, kami menanti dengan kegundahan serta keresahan. Tidak sia-sia doa dan jerih payah kami. “Puji Tuhan”, teman kami William Wahyudi kelas 9.5 meraih Juara 1, itu kata pertama yang kami ucapkan.

Kontes ini tidak berakhir sampai disini karena William Wahyudi harus berlanjut bertanding di Jogjakarta dalam tingkat Nasional. Wah seru banget ya. Tentu saja pada kesempatan ini William Wahyudi harus berusaha keras karena lawan yang dihadapi sangatlah handal.

Sebelum berangkat kami memberikan semangat kepada teman kami tercinta ini. Didampingi Bapak Tjatur, mereka terbang ke Jogjakarta pada tanggal 1 Desember 2104.

Acara pembukaan dimulai dan dilanjutkan dengan kompetisi. Kompetisi ini membutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi karena soal yang diberikan sangat berbobot dan skor yang dikumpulkan haruslah tinggi agar dapat mengalahkan kompetitor lainnya.

Tibalah saatnya untuk menanti siapa yang akan meraih juara di tingkat Nasional ini ???? Yes .. yes . yes ... Puji Tuhan!! William Wahyudi meraih Juara 3. Keren banget, terima kasih banyak kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membimbing, mengakomodasi dan mendoakan kami. Kompetisi ini akan menjadi pengalaman baru yang tak terlupakan bagi kami. Terima kasih sekolahku tercinta.

william_wahyudi.jpg

boost the values reap the success